Lewati ke konten

Izin & Privasi

Agent meminta Accessibility Service — salah satu izin paling kuat di Android. Halaman ini menjelaskan apa yang dipakai dan apa yang tidak, tanpa dibungkus bahasa pemasaran.

Untuk memublikasikan konten ke aplikasi yang tidak punya API publikasi publik, agent harus melakukan apa yang Anda lakukan dengan tangan: membaca layar untuk tahu tombol mana yang ada, lalu mengetuk dan menulis.

Di Android tanpa root, satu-satunya jalur resmi untuk itu adalah Accessibility Service. Tidak ada versi “lebih sopan” dari izin ini yang tetap bisa bekerja. Kalau Anda tidak nyaman memberikannya, pilihan yang jujur adalah memakai hanya platform berbasis API resmi dan tidak memasang agent — lihat Mode Publikasi & Platform.

Apa yang secara teknis bisa dilakukan izin ini

Section titled “Apa yang secara teknis bisa dilakukan izin ini”

Kami tidak akan mengecilkan hal ini. Sebuah Accessibility Service, secara umum, mampu membaca isi layar aplikasi mana pun yang sedang aktif dan melakukan tindakan atas nama Anda. Itu sifat izinnya, bukan sifat aplikasinya.

Artinya jaminan sebenarnya bukan dari daftar izin, melainkan dari apa yang dilakukan kodenya — dan itulah alasan kode agent dibuka.

Agent hanya menjalankan sekumpulan perintah tertutup dari server:

Perintah Fungsi
Baca struktur layar Mengambil hierarki elemen layar aktif untuk menemukan target
Ketuk Menekan elemen pada koordinat/simpul tertentu
Tulis teks Mengisi kolom teks, mis. judul atau caption
Buka aplikasi Menjalankan aplikasi target
Tindakan global Kembali, home, layar terakhir
Tangkapan layar Bukti visual untuk audit dan diagnosis kegagalan

Tidak ada perintah “kirim seluruh isi layar terus-menerus”, dan tidak ada sesi remote-control bebas.

  • Tidak meminta kata sandi akun sosial media Anda. Anda login sendiri di aplikasi masing-masing, seperti biasa.
  • Tidak mengirim kredensial akun sosial media Anda ke server GoSosmed. Sesi login tetap berada di HP Anda.
  • Tidak membaca SMS, kontak, riwayat panggilan, atau berkas pribadi. Izin-izin itu tidak diminta.
  • Tidak membuka port masuk di HP Anda. Koneksi selalu keluar dari agent ke server.
  • Tidak memantau aplikasi lain di luar konteks job yang Anda perintahkan.

Saat menjalankan job, agent mengirim:

  • Identitas perangkat (device_id yang dibuat saat pairing) dan status heartbeat
  • Struktur elemen layar dari aplikasi target — diperlukan agar server tahu langkah berikutnya
  • Hasil eksekusi: berhasil/gagal, pesan galat, dan tangkapan layar bila diperlukan untuk audit

Struktur layar aplikasi target bisa memuat teks yang tampil di layar itu. Kalau Anda menjalankan job pada akun yang memuat informasi sensitif di layar, informasi itu ikut terbaca dalam konteks job tersebut. Ini konsekuensi wajar dari cara kerjanya, dan lebih baik Anda tahu sekarang.

Bandingkan dengan model sewa perangkat di data center:

Sewa HP di data center BYOD GoSosmed
Lokasi sesi login akun Perangkat pihak lain HP milik Anda
Siapa yang bisa akses fisik Operator data center Anda
Kalau berhenti berlangganan Sesi ada di perangkat mereka Sesi tetap di HP Anda

Inilah inti argumen BYOD: bukan cuma lebih murah, tapi kredensial tidak pernah berpindah tangan.

Jangan percaya halaman ini — periksa:

  1. Baca kode agent di gososmed-mobile-agent. Perhatikan penangan perintah dan klien WebSocket-nya.
  2. Bangun APK sendiri supaya yang berjalan di HP Anda berasal dari kode yang Anda baca.
  3. Pantau lalu lintas jaringan HP Anda bila ingin memastikan tujuan koneksinya.

Anda bisa menghentikannya kapan saja, dan tidak perlu izin dari kami:

  • SetelanAksesibilitasGoSosmed Agent → matikan. Agent langsung berhenti mengeksekusi apa pun.
  • Hapus aplikasinya untuk mencabut sepenuhnya.
  • Cabut perangkat dari dasbor untuk memutus device_id dari akun Anda.

Menonaktifkan agent tidak memengaruhi platform yang berjalan lewat API resmi.